Outsole yang tepat tidak hanya soal tampilan, tapi juga soal kenyamanan, daya tahan, dan kesesuaian dengan segmen pengguna. Berikut beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan brand sepatu dan sandal sebelum menentukan spesifikasi outsole.
Produk untuk anak-anak umumnya membutuhkan outsole yang lebih ringan dan fleksibel, sementara produk dewasa — terutama untuk aktivitas outdoor atau kerja — membutuhkan ketahanan abrasi dan grip yang lebih tinggi.
Outsole untuk sepatu olahraga membutuhkan bantalan dan fleksibilitas lebih tinggi, sedangkan outsole untuk sandal harian bisa mengutamakan bobot ringan dan ketahanan terhadap air.
SMID dilengkapi laboratorium internal yang menguji setiap material berdasarkan lima parameter utama: elongation (kelenturan), tensile strength (kekuatan tarik), abrasion (ketahanan gesek), flex crack (ketahanan retak akibat lipatan berulang), dan density (kepadatan/bobot material). Data ini membantu brand memilih material yang sesuai dengan kebutuhan produk secara terukur, bukan hanya berdasarkan tampilan.
Jika produk membutuhkan warna khusus, bentuk mould unik, atau variasi finishing sol tertentu, SMID menyediakan layanan custom warna, custom mould (didukung 3D scanning, 3D printing, dan CNC machining), serta berbagai pilihan pengecatan sol.
Dengan kapasitas produksi hingga 50.000 pasang per hari dan waktu produksi 14–30 hari kerja tergantung tingkat kesulitan, SMID dapat menyesuaikan proses dengan kebutuhan brand skala kecil maupun besar.
Masih bingung menentukan outsole yang tepat untuk produk Anda? Tim R&D dan lab SMID siap membantu. Hubungi kami melalui WhatsApp atau kunjungi halaman Contact untuk konsultasi awal.